Mungkin anda heran dengan istilah ini. Ada apa dengan gelandangan elite.
Ini kisah nyata yang saya alami sendiri.
Suatu sore saya, adik dan seorang keponakan pergi jalan-jalan sore. Di persimpangan lampu merah kami di suguhi pemandangan yang sangat memilukan. Seorang anak kecil (pengamen) lagi di bentak-bentak oleh orang yang lebih tua (mungkin itu orang tuanya kami tidak tau pasti). Keponakan saya lalu berinisiatif untuk menanykan kepada si anak siapa orang tersebut. Dengan berurai air mata si anak tadi menjawab itu orang tua saya.
Pasti anda sudah dapat gambaran, ini adalah suatu exploitasi terhadap anak kecil yang di paksa bekerja oleh orang tuanya. Coba anda bayangkan bagaimana mungkin seorang anak kecil yang saya perkirakan masih berumur sekitar empat atau lima tahun dipaksa bekerja Lalu kami mulai memperhatikan orang sianak tersebut dengan seksama. Dari fisiknya sangatlah sempurna untuk dapat bekerja dan menafkahi si anak denga layak tanpa harus memaksa si anak bekerja (ngamen) di lampu merah.
Kami terus mengamati orang tua si anak tadi dan alangkah terkejutnya kami mendengar deringan handphone dan si orang tua denagn santainya menjawab telepon tersebut. Dan yang lebih mengagetkan saya tipe handphonenya jauh lebih mutakhir dari yang saya punya. Sungguh suatu pemandangan yang sangat memilukan. Disisi sana ada si anak yang berusaha bekerja dilampu merah hanya untuk sesuap nasi sementara disisi lain ada orang tua yang dengan teganya hanya melihat si anak yang bekerja tanpa melakukan suatu usaha pun.
Yang saya harapkan hanyalah jika anda mepunyai anak maka rawat dan didiklah mereka dengan baik dan layak. Janganlah anda menjadi seperti orang tua yang ada pada pengalaman saya di atas.
Itulah sekelumit pengalaman saya yang sangat berkesan.
Minggu, 15 Februari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)